Info Terbaru
Loading...
31 Januari 2016

Adab – Adab Dalam Membaca Al-Quran

Minggu, Januari 31, 2016
Adab – Adab Dalam Membaca Al-Quran
1. keadaan pembaca,
adalah dalam keadaan punya wudhu, baik berdiri maupun duduk dilakukan dalam keadaan tenang, menghadap qiblat dan menunduk.
Tidak duduk bersila, tdk duduk bersandar dan tdk duduk seperti duduknya orang yg sombong.
jika membacanya dalam keadaan tdk punya wudhu atau membacanya sambil tiduran maka ini juga mempunyai fadhilah tetapi fadhilahnya lebih bawah daripada yg awwal.


2. ukuran bacaan,
bagi pembaca qur'an mempunyai kebiasaan yg berbeda2 dalam banyak dan sedikitnya bacaan. yg ma'tsur dari utsman, zaid bin tsabit, ibnu mas'ud dan ubai bin ka'b rodhoyallohu anhum adalah menghatamkan qur'an setiap jum'at dan membaginya dalam 7 hizb.

3. Tartil,
tartil dianjurkan dalam membaca qur'an karena maksud membaca qur'an adalah tafakkur dan tartil jelas dibutuhkan jika akan tafakkur.
ibnu abbas rodhiyallohu anhuma berkata :
" membaca surat albaqoroh dan ali imron dengan tartil dan tadabbur lebih kusukai daripada membaca seluruh al qur'an dengan terburu buru "
terlihat bahwa tartil dan pelan2 adalah lebih dekat pada penghormatan dan lebih merasuk kedalam hati daripada cepat2 dan terburu2.

4. menangis,
membaca sambil menangis dianjurkan, sumbernya adlah kesedihan dan hal tsb bisa terjadi dengan cara ta'ammul/merenungkan ayat2 yg didalamnya terdapat peringatan, ancaman dan janji kemudian merenungkan kesalahan2nya dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, maka jadilah dia bersedih dan menangis.

5. menjaga hak2nya ayat,
yaitu ketika membaca ayat sajdah maka bersujud,
begitu pula jika mendengar ayat sajdah dari orang lain juga sujud jika yg membaca sujud.
jangan sujud kecuali dalam keadaan wudhu, dikatakan dalam kesempurnaannya adalah takbirotul ikhrom dengan mengankat kedua tangan kemudian bertakbir utk turun menuju sujud kemdian bertakbir utk naik kemudian salam.

6. ketika mulai membaca mengucapkan :
" a'udzubillahis sami'il 'aliim minas syaitoonirrojiim "
ketika ditengah2 bacaan membaca ayat tasbih maka betasbih dan bertakbirlah, jika membaca ayat istighfar maka berdoa dan beristighfarlah, ketika membaca ayat harapan maka memintalah dan ketika membaca ayat ancaman maka mintalah perlindungan, semua itu dilakukan baik dengan lisan maupun dengan hati.

7.membacanya secara pelan agar jauh dari riya'/pamer dan kepura2an,
ini lebih utama bagi orang yg khawatir riya' pada dirinya.
adapun bagi yg tdk khawatir riya' dan tdk khwatir mengganggu orang yg
edang sholat maka membaca qur'an dengan jahr/keras lebih utama karena lebih banyak amalanya dan bisa membangunkan hatinya pembaca, bisa memusatkan perhatiannya pada tafakkur, bisa menolak ngantuk dan menambah semangat dalam membaca juga bisa mengurangi kemalasannya dalam mebaca,
oleh karenanya kapan saja niat2 ini hadir maka membaca secara jahr/keras lebih utama.

8. memperbagus bacaan dan mengurutkannya tanpa meperpanjang yg sangat sehingga merubah susunan bacaan,
meperbagus bacaan hukumnya sunnah, dalam hadis :
" hiasilah alqur'an dengan suara kalian "
hadis yg lain :
" tidak termasuk golongan kami orang yg tdk melagukan al qur'an "
Nabi shollallohu alaihi wasallam mendengar bacaannya abu musa al asy'ari kemdian beliau bersabda :
" orang ini telah diberi dari serulingnya keluarga dawud "
wallohu a'lam.

sumber : kitab mau'idhotul mukminin
loading...

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang melakukan SPAM
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

 
Toggle Footer