Info Terbaru
Loading...
24 Juli 2013

Cerita Antara Harta, Tahta dan Cinta

Rabu, Juli 24, 2013
Cerita Antara Harta, Tahta dan Cinta
Cerita Antara Harta, Tahta dan Cinta - Suatu sore di kampung yang kumuh, dari rumah yang sangat sederhana, seorang perempuan paruh baya hendak pergi keluar rumah. Tiba-tiba ia dikejutkan tiga tamu laki-laki yang seumuran dengannya. Mereka berkata bahwa mereka datang untuk mengemis, meminta sedekah barang sesuap atau dua suap nasi. Lantas, salah satu dari mereka bertanya pada si perempuan,
“Apakah, suamimu ada?”
“Tidak ada.”

“Kalau begitu kami tidak bisa masuk sebelum suamimu datang.”
Menjelang malam, sang suami pulang dari bekerja.


Si perempuan itu langsung memberitahu perihal 3 lelaki yang tadi sore datang ke rumahnya. Mendengar hal itu, sang suami menyuruhnya mencari. Si perempuan pun segera keluar rumah mencari 3 lelaki itu dan memanggil mereka yang sudah lama menunggu 100 meter di sekitar rumahnya.

Setelah mereka tiba di depan rumah. Mereka tidak masuk, tapi berhenti dan berkata, “Kami tidak bisa masuk bersamaan.

Anda harus memilih salah satu dari kami.” Maka, si perempuan itu pun bertanya nama mereka masing-masing untuk dilaporkan pada sang suami dan mendsikusikan dengannya siapa yang akan dipilih.
“Nama kamu siapa?”
“Nama saya, Harta.”

“Kamu?”
“Nama saya, Tahta.”
“Kalau kamu?”
“Namaku, Cinta.”

“Baik. Tunggulah sebentar saya akan beritahu suamiku.”

Perempuan itu kemudian bergegas masuk rumah dan memberitahu nama masing-masing tamunya pada sang suami. Lalu, mereka berdua berunding untuk memilih seorang yang pantas masuk ke rumahnya.

“Bagus, istriku! Kita panggil si Harta saja agar kita bisa membeli segala kebutuhan kita.”

“Tapi, suamiku! Apakah tidak sebaiknya kita pilih si Tahta saja. Dengannya, kita kan pasti bisa mendapatkan, Harta.”

Tiba-tiba, anaknya yang masih berumur 5 tahun keluar kamar dan berkata, “Bapak dan Ibu tidak perlu memanggil keduanya. Panggillah, Cinta, dialah yang akan menyelamatkan keduanya.”
Mendengar pendapat anaknya, kedua orang tua itu manggut-manggut.

Lantas, mereka sepakat untuk memanggil, Cinta. Tapi, betapa terkejutnya mereka. Ketika Cinta masuk ke rumahnya, tiba-tiba Harta dan Tahta ikut masuk. Sepasang suami-istri itu pun keheranan.
“Bukankah kalian sendiri yang bilang, tidak bisa masuk bersamaan.”

“Benar, Tuan. Baik Saya (Harta) atau Tahta bisa masuk sendirian ke rumahmu. Tapi, jika Anda memilih Cinta, kami akan ikut masuk.”
“Kenapa?” Sepasang suami-istri itu bertanya serentak.


“Karena kami (Harta dan Tahta), benar-benar tidak bisa berpisah dengannya. Bahkan, kami tidak bisa hidup tanpa, Cinta.”
loading...

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang melakukan SPAM
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

 
Toggle Footer