Info Terbaru
Loading...
5 Juni 2013

Mengambil Manfaat dari Orang Mati

Rabu, Juni 05, 2013
Mengambil Manfaat dari Orang Mati
Mengambil Manfaat dari Orang Mati - Wajib kita ketahui, bahwa orang hidup tak ubahnya seperti orang mati, keduanya sama-sama tidak dapat mendatangkan manfaat maupun mudharat dengan sendirinya. Keduanya mampu memberikan manfaat ataupun mudharat tentunya dengan izin Allah atau biqudratillah (atas kehendak Älläh).

Maka kalau ada dari kita yang meyakini dan berkata: "Orang hidup masih bisa memberikan manfaat kepada kita, sedangkan orang mati tidak akan bisa." Berhati-hatilah dengan keyakinan yang demikian, karena justru hal itu lah yang dapat menjerumuskan ke dalam kekufuran.


Baiklah kalau salah satu dari kita masih menolak bahwa orang mati tidak bisa mendatangkan manfaat bagi yang hidup, akan saya tunjukkan bukti otentiknya. Hal ini juga menjadi dasar bagi para pengawal tawassul, dimana para Nabi dan Rasul, para Auliya', serta para ulama sholihin yang telah wafat dijadikan wasilah antara seorang hamba yang masih hidup dengan Tuhannya.

Dalam hadits Shahih Muslim yang menceritakan tentang Isra Mi'raj baginda Nabi Agung MuhammadSaw Saw., saat beliau naik dari Masjidil Aqsha ke langit 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7, maka diteruskan ke Sidratul Muntaha. Pada malam itu Rasulullah Saw. diberi mandat oleh Allah sholat 50 waktu. Setelah turun dan sampai ke langit 4, bertemulah beliau Saw. dengan Nabiyullah Musa As.

Kemudian Nabi Musa As. bertanya: “Apa yang telah diberikan Allah kepadamu?”

Nabi Muhammad Saw. menjawab: “Diwajibkan kepada ummatku untuk shalat 50 waktu.”

Maka Nabi Musa As. berkata: “Wahai Muhammad, ummatmu tidak akan mampu melakukannya, kembalilah kepada Allah.”

Maka Nabi Muhammad Saw. kembali menghadap Allah untuk memohon keringanan, kemudian Allah menguranginya 10. Lalu Nabi Muhammad datang lagi kepada Nabi Musa dan beliau berkata: “Berapa waktu shalat yang Allah wajibkan kepadamu dan ummatmu?”

Maka Nabi Muhammad Saw. berkata : “40 waktu.”

Nabi Musa berkata: “Kembalilah lagi kepada Allah mintalah keringanan, karena ummatmu tidak akan mampu melakukannya.”

Maka nabi Muhammad Saw. kembali kepada Allah memohon keringanan, kemudian Allah menguranginya 10 hingga tersisa 5 waktu. Lalu Nabi Muhammad kembali kepada Nabi Musa dan Nabi Musa meminta Nabi Muhammad Saw. untuk kembali menghadap Allah dan meminta keringanan.

Namun Nabi Muhammad Saw. berkata: “Aku malu kepada Allah jika aku meminta keringanan lagi, akan kulaksanakan kewajibanku dan kuringankan untuk ummatku dengan 5 waktu, namun pahalanya seperti melakukan 50 waktu shalat setiap harinya.”

Pertanyaannya adalah: "Saat itu Nabiyullah Musa As. masih hidup ataukah sudah mati?"


Nah lho... ternyata Rasulullah Saw. mencontohkan terlebih dahulu kepada kita. Alhamdulillah walau stempel "Kuburiyyun" engkau sematkan kepada kami :)
loading...

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang melakukan SPAM
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

 
Toggle Footer