Info Terbaru
Loading...
30 Juli 2013

Keutamaan dan Tanda Malam Lailatul Qadar

Selasa, Juli 30, 2013
Keutamaan dan Tanda Malam Lailatul Qadar
Keutamaan dan Tanda Malam Lailatul Qadar - Ibnu Mas’ud meriwayatkan: Pada suatu hari Nabi SAW bercerita kepada para sahabat Beliau mengenai seorang pria dari keturunan Bani Israil yang menghunuskan pedangnya selama seribu bulan untuk berperang di jalan Allah, dan para sahabat pun terkagum-kagum mendengar hal itu lalu turunlah firman Allah SWT “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”(QS. Al-Qadr: 1) Dan pada surah ini disebutkan “Malam Kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:3) Yakni, Allah akan mengganjar seseorang yang menghunuskan pedangnya untuk berperang di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar dengan pahala yang lebih baik daripada seribu bulan. Riwayat serupa juga disampaikan oleh Ibnu Abbas.


Dalam Kitab Al-Muwaththa’, Imam Malik meriwayatkan, dari Ibnul Qosim dan Ulama lainnya, ia berkata: Aku pernah mendengar sebuah riwayat dari orang yang aku percayai, ia berpendapat: sesungguhnya Rasulullah SAW pernah diberitahukan tentang umur-umur yang dimiliki oleh umat sebelum Beliau. Mendengar hal itu Beliau merasa khawatir apabila umatnya nanti tidak mampu melakukan perbuatan baik seperti yang telah dilakukan oleh umat-umat terdahulu karena umur mereka yang lebih panjang. Namun akhirnya Beliau merasa tidak khawatir lagi, karena Allah SWT memberikannya dan umatnya Lailatul Qadar yang dapat menggandakan perbuatan baik hingga seribu bulan lamanya.

Mengenai penetapan Lailatul Qadar para ulama berbeda pendapat namun yang lebih diunggulkan oleh kebanyakan para ulama adalah bahwa Lailatul Qadar itu terjadi di antara sepuluh hari akhir bulan Ramadhan. Inilah adalah pendapat yang disampaikan oleh Imam Malik, Imam Syafi’i, Al-Auzai, Ibnu Tsaur dan Imam Ahmad.

Dan di dalam Kitab Fathul Baari mengenai tentang Lailatul Qadar, ada empat puluh enam pendapat, mengenai hal ini Ibnu Hajar memperdalam pembahasannya namun beliau menguatkan pendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam yang ganjil di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.

Ada juga yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang kedua puluh tujuh. Pendapat ini adalah pendapat beberapa sahabat yang terdekat dengan Nabi SAW yaitu Ali r.a, Aisyah r.a, Mu’awiyyah r.a dan Ubay bin Ka’ab r.a.

Diantara dalilnya adalah riwayat Ibnu Umar r.a., bahwa Nabi SAW pernah bersabda: ”Barang siapa yang ingin mendapat keutamaan Lailatul Qadar, maka perbanyaklah ibadah pada malam ke dua puluh tujuh.”

Dan kalau kita perhatikan kalimat Lailatul Qadar pada Surat Al-Qadr disebutkan sebanyak tiga kali dan huruf-huruf pada kalimat Lailatul Qadar itu berjumlah sembilan huruf dan apabila keduanya (tiga dan sembilan) dikalikan maka hasilnya adalah dua puluh tujuh. Inilah pendapat Abu Bakar Al-Warraq di dalam Kitab Tafsir Al-Qurtubi.

Al-Hasan meriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah memberitahukan tentang tanda-tanda Lailatul Qadar, Beliau bersabda: “Sesungguhnya tanda-tanda Lailatul Qadar adalah malam itu sejuk dan terang, tidak panas dan tidak juga dingin, matahari yang terbit di pagi harinya tidak bersinar terang seperti biasanya.”

Ubaid bin Umair bercerita ketika pada malam ke dua puluh tujuh dari bulan Ramadhan, aku sedang berada di tengah-tengah lautan dan ketika itu aku mencicipi rasa air laut itu ternyata tidak asin seperti biasanya, air itu segar dan tawar.
__________________

Alangkah baiknya setiap manusia itu beribadah dengan sungguh-sungguh di awal Ramadhan sampai akhir untuk mendapatkan Lailatul Qadar karena bulan itu yang bisa didapati oleh orang-orang pilihan, semoga Allah memilih kita, Amien...
loading...

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang melakukan SPAM
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

 
Toggle Footer