Info Terbaru
Loading...
18 Mei 2013

Mimpi Murid Imam Ghazali

Sabtu, Mei 18, 2013

Mimpi Murid Imam Ghazali
Mimpi Murid Imam Ghazali - Diriwayatkan bahwa salah seorang murid Imam Ghazali, ketika Imam Ghazali wafat ia bermimpi jumpa dengan gurunya yaitu Imam Ghazali. Didalam syariah, mimpi tidak bisa dijadikan sebagai dalil, namun Rasul Saw bersabda tentang mimpi, barangsiapa yang melihat hal yang baik maka itu dari Allah, barangsiapa yang bermimpi hal yang baik maka itu dari Allah, barangsiapa melihat hal yang buruk maka itu dari syaitan. Barangsiapa yang melihat hal yang baik maka itu dari Allah, hendaknya ia mengucapkan "Alhamdulillah" dan bagi yang bermimpi buruk atau melihat hal yang buruk maka itu dari syaitan maka hendaknya ia mengucap kalimat ta’awudz atau "A'udzubillahi Minasy Syaithanir Rajim", maka mimpi buruknya itu tidak akan membawa keburukan apa-apa.


Kalau hal yang baik adalah dari Allah maka pahamlah kita bahwa mimpi baik itu dari Allah, Allah tidak berdusta maka mimpi baik itu dari Allah, tidak bisa di nafikan.

Rasul Saw bersabda diriwayatkan didalam Shahih Bukhari

مَنْ رَآنِيْ فِي اْلمَنَامِ فَقَدْ رَآنِيْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ بِيْ
“barangsiapa yang melihatku dalam mimpi sesungguhnya ia melihat aku karena syaitan tidak bisa menyerupaiku”.

Dan diriwayatkan didalam Shahih Bukhari salah satu dari bentuk 41 kenabian adalah mimpi yang baik.

Lanjut masalah tadi. Muridnya Imam Ghazali bermimpi ketika gurunya wafat, Imam Ghazali berdiri dihadapan Rasul Saw jumpa para Nabi, para Nabi – Nabi lalu Nabi Musa as berkata kepada Rasul “ya Muhammad kau ini berkata ulama umatmu seperti Nabi – Nabi Bani Israil (tentunya bukan derajat kenabian, kenabian menerima wahyu) tapi keshalihannya, ibadahnya menyerupai para Nabi Bani Israil, kedudukan derajat kenabian.

Nabi Musa as berkata “coba aku ingin lihat salah satu dari umatmu wahai Muhammad, pertemukan denganku, aku ingin lihat yang kau bilang ulama umatmu bagaikan Nabi Bani Israil. Katanya Musa as mengakui seperti Nabi-Nabi Bani Israil, lihat ulama umatmu yang kau katakan seperti kami, bukan maksudnya derajat kenabian seperti mereka namun keshalihannya tapi dari segi ibadah, dan lainnya seperti ulama- ulama Nabi Muhammad Saw dimuliakan Rasul Saw.

Maka Rasul Saw memanggil Imam Ghazali, datang kemudian duduk lalu Nabi Musa berkata wahai Muhammad izinkan aku menguji umatmu ini yang kau katakan ulama seperti Nabi, “silahkan” Rasulullah berkata.

Maka berkata Nabi Musa as “namamu siapa? Maka Imam Ghazali menjawab aku Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Atthusi, namaku Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Atthusi.

Maka berkata Nabi Musa “ditanya nama nyebut gelar, aku tidak tanya nama kakekmu, bapakmu, gelarmu, yang kutanyakan namamu siapa? bukan nama bapakmu, kakekmu, gelarmu tidak kutanya itu, kenapa kau jawab seperti itu? salah umatmu ini ya Muhammad”.

Imam Ghazali menunduk, lalu berkata “ya Rasulullah apakah aku diizinkan menjawab? “silahkan” Rasul berkata. Maka berkata Imam Ghazali “wahai Nabi Musa ketika kau ditanya oleh Allah, apa itu dikananmu wahai Musa? kau menjawab “ini tongkatku, aku bersandar padanya, aku menggunakannya untuk menggembala kambing, aku menggunakannya untuk hal lainnya”(QS Thaha 17-18), kau sendiri cuma ditanya apa ditangan kananmu, kau menjawab sepanjang – panjangnya” lalu Nabi Musa pun terdiam, lantas berkata Rasul Saw “ayo wahai Musa, adakah diummatmu seperti ini?”, Nabi Musa berkata “tidak ada ya Muhammad.."

wallahu a'lam

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang melakukan SPAM
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Toggle Footer