Kisah Umar bin Abdul Aziz dan Lampu
Istana - Suatu malam, Umar
bin Abdul Aziz terlihat sibuk merampungkan sejumlah tugas di ruang kerja
istananya. Tak dinyana, putranya masuk ruangan dan hendak membericarakan
sesuatu.
”Untuk urusan apa putraku datang ke sini:
urusan negarakah atau keluargakah?” tanya Umar.
”Urusan keluarga, ayahanda,” jawab si
anak.
loading...
Tiba-tiba Umar mematikan lampu penerang
di atas mejanya. Seketika suasana menjadi gelap.
”Kenapa ayah memadamkan lampu itu?” tanya
putranya merasa heran.
”Putraku, lampu yang sedang ayah pakai
bekerja ini milik negara. Minyak yang digunakan juga dibeli dengan uang negara.
Sementara perkara yang akan kita bahas adalah urusan keluarga,” jelas Umar.
Umar kemudian meminta pembantunya
mengambil lampu dari ruang dalam.
"Nah, sekarang lampu yang kita
nyalakan ini adalah milik keluarga kita. Minyaknya pun dibeli dengan uang kita
sendiri. Silakan putraku memulai pembicaraan dengan ayah."
Begitulah perangai pejabat sejati.
Ternyata, puncak kejayaan di berbagai bidang tak lantas membuat Umar bin Abdul
Aziz terperdaya. Meski prestasinya banyak dipuji, pemimpin berjuluk ”khalifah
kelima” ini tetap bersahaja, amanah, dan sangat hati-hati mengelola aset
negara.
loading...
Anda sedang membaca artikel tentang Kisah Umar bin Abdul Aziz dan Lampu Istana dan anda bisa menemukan artikel ini dengan url http://al-syahbana.blogspot.com/2013/05/kisah-umar-bin-abdul-aziz-dan-lampu.html
0 comments:
Posting Komentar
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang melakukan SPAM
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)