Info Terbaru
Loading...
11 Maret 2013

Adab Tidur Nabi Muhammad SAW

Senin, Maret 11, 2013

Adab Tidur Nabi Muhammad SAW
Di antara keutamaan Islam adalah bersifat universal. Islam memberikan tuntunan pada pemeluknya di beragam bidang. Dari bangun tidur sampai tidur lagi. Ada beberapa hal yang perlu kita praktikkan berkenaan dengan tata cara tidur seperti dicontohkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Berikut ini juga akan dijelaskan beberapa cara  dan pola Nabi Muhammad SAW tidur


Pertama:
MUHASABAH sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintropeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertaubat kepada-Nya.

Kedua:
TIDUR lebih dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari ‘Aisyah Radhiallahu 'Anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam melakukan sholat (Muttafaq’alaih )

Ketiga:
DISUNNATKAN berwudhu sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan (untuk kesehatan pencernaan). Al-Bara menuturkan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila kamu tidur maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk sholat.”

Keempat:
DISUNNATKAN juga mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits Abu Hurairoh, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya... ”Di dalam satu riwayat dikatakan: 3 kali (Muttafaq’alaih )

Kelima:
MAKRUH tidur tengkurap. Abu Dzar menuturkan, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah lewat melintasi aku, di kala aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda, “Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni Neraka,” (HR. Ibnu Majah)

Bahkan dalam hadits lain dijelaskan, bahwa tidur/ berbaring tengkurap adalah sifat dari tidurnya Iblis, karena menghindari bertatapan langsung dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah melaknat dan mengutuknya.

Keenam:
MAKRUH tidur di atas tempat terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari ‘Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda, “Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya,” (HR. Al-Bukhori)

Ketujuh:
MENUTUP pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda, “Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman,” (Muttafaq’alaih )

Kedelapan:
MEMBACA ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqoroh, Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzata in (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits-hadits shohih yang menganjurkan hal tersebut.

Kesembilan:
MEMBACA doa-doa dan dzikir yang keterangannya shohih dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, seperti, “Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu. ” Dibaca 3 kali. (HR. Abu Dawud)

Jika bangun tidur membaca, “Alhamdulillahi lladzi ahyaana ba’dama amaatana wailaihin nusyur (Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.” (HR. Al-Bukhori)
loading...

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang melakukan SPAM
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

 
Toggle Footer