Info Terbaru
Loading...
30 November 2012

Mengenal Masjid Al-Aqsha

Jumat, November 30, 2012

Masjid-Al-Aqsa
Majid Al-Aqsha merupakan salah satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem. Dikenal oleh umat Islam dengan sebutan Al-Haram Asy-Syarif atau "tanah suci yang mulia". Tempat ini oleh umat Yahudi dan Kristen dikenal pula dengan sebutan Bait Suci. Masjid Al-Aqsha dikenal oleh umat Islam karena Nabi Muhammad SAW, di-Isra-miraj -kan dari masjid Al-Haram di Mekah ke masjid Al-Aqsha di Yerusalem.
Masjid Al-Aqsha diperbarui pembangunannya oleh Nabi Yakub, diteruskan Nabi Daud dan Sulaiman. Ketika Nabi Muhammad saw melakukan Isra Miraj, Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Aqsha merupakan lapangan terbuka, belum seperti sekarang ini. Sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw, Masjid Al-Aqsha itu dikenal juga oleh penduduk Mekah sebagai Baitul Maqdis, karena mereka sering ke Syam (Syiria) untuk melakukan hubungan dagang. Kesempatan itu digunakan untuk berziarah ke Yerusalem, wilayah Palestina.

Masjid Al-Aqsha artinya "masjid terjauh", yaitu terjauh dari masjid Al-Haram (Kabah). Masjid Al-Aqsha dinamakan juga dengan Baitul Maqdis, berasal dari bahasa Yahudi atau Ibrani "Bethammikdhash" yang berarti tanah suci.

Masjid Al Aqsha yang terletak di kota Yerusalem di wilayah Palestina adalah kiblat pertama umat Islam di kala mendirikan shalat, lebih kurang 16 atau 17 bulan saat Nabi Muhammad saw berada di Madinah. Kemudian Allah swt memerintahkan agar kiblat dipindahkan ke arah Kabah di Masjid Al-Haram (tercantum dalam Al Baqarah ayat 144).
Masjid Al-Aqsa pada awalnya adalah rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Umar bin Khattab, salah seorang Khulafaur Rasyidin, tetapi telah diperbaiki dan dibangun kembali oleh Khalifah Umayyah Abdul Malik dan diselesaikan oleh putranya Al-Walid pada tahun 705 Masehi.
Setelah gempa bumi tahun 746, masjid ini hancur seluruhnya dan dibangun kembali oleh Khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754, dan dikembangkan lagi oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780.
Gempa berikutnya menghancurkan sebagian besar Al-Aqsa pada tahun 1033, namun 2 tahun kemudian Khalifah Fatimiyyah Ali Azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini.
Dalam berbagai renovasi berkala yang dilakukan, berbagai dinasti kekhalifahan Islam telah melakukan penambahan terhadap masjid dan kawasan sekitarnya, antara lain pada bagian kubah, fasad, mimbar, menara, dan interior bangunan.
Ketika Tentara Salib menaklukkan Yerusalem pada 1099, mereka menggunakan masjid ini sebagai istana dan gereja, namun fungsi masjid dikembalikan seperti semula setelah Shalahuddin merebut kembali kota itu. Renovasi, perbaikan, dan penambahan lebih lanjut dilakukan pada abad-abad kemudian oleh para penguasa Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam, dan Yordania. Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini tetap berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina.
loading...

4 comments:

  1. Wah artikel yang Cukup Bagus nih..
    Izin Download Ilmunya ya gan..
    #Blogwalking

    BalasHapus
  2. silahkan :)
    terima kasih atas kunjungannya..

    BalasHapus
  3. artikel yg bagus mas, tapi saya ada sedikit koreksi bahwasanya gambar masjid yg anda upload bukanlah masjid al aqsa melainkan doom of rock. masjid doom of rock atau bersebelahan dengan masjidil al aqsa. yg sengaja di besar2kan oleh zionis yahudi untuk mengaburkan masjid al aqsa yg sebenarnya.

    penampakan masjid al aqsa silahkan buka link di bawah ini. terimakasih.

    http://i653.photobucket.com/albums/uu259/knight_avatar/al_aqsa_1986.jpg

    BalasHapus
  4. @njuttekshop terima kasih banyak atas koreksinya mas.. ternyata saya keliru.. dan gambarnya sudah saya ubah..
    terima kasih :)

    BalasHapus

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang melakukan SPAM
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

 
Toggle Footer