pasang iklan

pasang iklan
pasang iklan
Info Terbaru
Loading...
10 April 2013

Kisah Habil dan Qabil

Rabu, April 10, 2013

Kisah Habil dan QabilKisah Habil dan Qabil - Kisah Habil dan Qabil sangat populer dikalangan muslimin. Mengingat kisah keduanya merupakan tragedi dosa pembunuhan pertama yang dilakukan manusia.
Apa sebenarnya yang melatar belakangi perseteruan kedua putra Adam tersebut? Cukup panjang kisah keduanya, berikut secara ringkas dirujuk dari tafsir Ibnu Katsir. Kisah keduannya dapat dibaca dalam Surah Al-Maidah ayat 27-31.
Kisah bermula ketika Nabi Adam dan Hawa (Eve) dikaruniai empat orang anak. Pertama kali, Hawa melahirkan anak kembar, yakni Qabil (Cain) dan seorang anak perempuan.
Kemudian, sang ibunda umat manusia melahirkan kembali dua anak kembar, yakni Habil (Abil) dan seorang anak perempuan. Keluarga Adam pun hidup bahagia. Anak-anak tumbuh dengan sehat hingga dewasa.




Qabil dan Habil pun tumbuh dengan perawakan sehat. Qabil bekerja mengolah tanah atau bertani. Sementara Habil memilih menjadi peternak. Kehidupan berjalan normal hingga turun perintah Allah pada Nabi Adam.

Berencana menjadikan umat manusia yang beragam, Allah memerintahkan pernikahan putra-putri Adam. Allah memerintahkan agar Adam menikahkan setiap putranya pada selain kembaran mereka. Artinya, Qabil menikah dengan kembaran Habil dan sebaliknya, Habil menikah dengan kembaran Qabil.

Maka disampaikanlah berita tersebut oleh Adam kepada kedua putranya. Namun rupanya kecantikan fisik telah menjadi daya tarik manusia sejak masa silam. Hal ini pun meyebabkan Qabil merasa iri dengan adiknya, Habil.

Penolakan serta merta datang dari Qabil. Putra sulung Adam mengajukan protes. Ia tak setuju pilihan pasangannya. Menurutnya, kembaran Habil tak secantik kembarannya.

Dia pun berontak pada perintah Allah tersebut dengan menolak menuruti nasihat sang ayah. Demikianlah Allah menciptakan manusia dengan sifat baik dan buruk.

Adam pun merasa dilema atas sikap putra sulungnya dan meminta pertolongan Allah. Terkabul, Allah dengan kebijaksanaan-Nya meminta pengorbanan dari setiap putra Adam. Siapa yang pengorbanannya diterima akan mendapat keadilan di sisi-Nya.

Habil pun kemudian mengorbankan seekor unta yang terbaik dari ternaknya. Namun Qabil justru mengorbankan hasil panen biji-bijian yang paling buruk. Allah pun tak menerima korban Qabil karena ia melakukannya tanpa diliputi keikhlasan.

Selain itu, Allah juga murka karena Qabil tak mematuhi ayahnya. Bukan bertobat, Qabil justru makin marah bukan kepalang. Karena itu berarti ia tak dapat menikahi saudara kembarnya yang jelita.

Dengan hati diliputi kemarahan, Qabil pun mendatangi Habil. Ia berseru pada saudaranya, "Aku akan membunuhmu! Aku enggan melihatmu bahagia sementara aku tak bahagia!" ujar Qabil,

Emosi benar-benar mengalahkan akal sehatnya, setan benar-benar menguasai hatinya. Mendengar kemarahan saudaranya, Habil justru merasa iba..

Namun sikap arogan menjadi sifat Qabil. Ia tak peduli apa yang dikatakan Habil. Ia enggan merelakan saudaranya yang jelita dan menikahi kembaran Habil. Niat untuk membunuh Habil pun makin menjadi dengan bisikan syaithan yang terus berdengung di telinga Qabil.

Sementara Habil terus mencoba agar saudaranya tak terjatuh pada dosa hingga mendapat kemurkaan Allah. "Saudaraku, kau menyimpang dari jalan yang benar. Keputusanmu ini merupakan perbuatan dosa. Lebih baik kau bertaubat kepada Allah dan melupakan ancaman pembunuhan bodoh ini," ujar Habil menasihati untuk kedua kalinya.

Qabil tetap saja bergeming. Ia benar-benar siap membunuh saudaranya. Sementara Habil enggan melukai saudaranya sehingga ia tak melawan.

Namun Qabil justru mengambil sebuah batu besar kemudian memukulkannya pada tubuh saudaranya. Habil pun meninggal seketika. Inilah kematian pertama yang terjadi di muka bumi. Ini pula kejahatan pertama yang dilakukan manusia.

"Aduhai celaka aku!", teriak Qabil tak percaya dengan apa yang telah dilakukannya. Namun tubuh saudaranya, Habil, telah membiru tinggal seonggok daging. Penyesalannya tak terkira. Ia hanya mampu memandangi wajah pucat Habil yang tewas digenggaman tangannya.

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang melakukan SPAM
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Toggle Footer